Mulai Oktober, Polkesmas Bolehkan Praktikum Tatap Muka

oleh -
Pemeriksaan sampel telur cacing dari kegiatan Analyst for Society di Laboratorium Kampus Jurusan Analis Kesehatan, Banta-bantaeng, Sabtu (12/8/17)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) memperbolehkan perkuliahan praktikum secara tatap muka pada awal Oktober 2020.

Pengadaan praktikum di laboratorium dapat dilaksanakan setelah mahasiswa menjalani karantina mandiri selama 14 hari untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona di wilayah kampus.

Hal tersebut disampaikan Kasubbag Akademik, Dwi Sartika, S.ST. Selain melakukan karantina 14 hari, mahasiswa juga diharuskan mengisi formulir self assessment untuk mendeteksi gejala Covid-19.

“Sebenarnya kami rencanakan bahwa lab itu bisa dimulai pada awal Oktober jadi pihak program studi bisa meminta mahasiswa datang 14 hari sebelum praktek lab untuk isolasi mandiri dan akan diberikan formulir self assessment untuk screening gejala,” tuturnya, Selasa (22/09).

Pembelajaran praktikum dengan metode luar jaringan (luring) hanya diperbolehkan pihak kampus bagi mata kuliah yang tidak dapat dilakukan mahasiswa secara daring di rumah, sehingga hanya bisa dilaksanakan di laboratorium.

“Ini kan kebijakannya di tingkat Poltekkes, jadi untuk secara teknisnya kami serahkan ke program studi. Kami kan tidak tau apa-apa saja keterampilan yang harus dilakukan mahasiswa yang tidak bisa dilakukan secara daring. Jadi program studi teknisnya ini keterampilan ini yang tidak bisa dilakukan secara daring,” ujarnya.

“Misalnya keperawatan memandikan pasien bisa kalian lakukan di rumah dan dilakukan secara daring, namun, pemasangan NGT atau oksigen bisa tidak kalian lakukan di rumah? Tidak bisa. Keterampilan seperti itu yang tidak bisa dilakukan secara daring maka akan dilkukan di lab,” imbuhnya.

Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan praktikum di tengah pandemi tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengurangi setengah kapasitas laboratorium dan mengadakan disinfeksi pada setiap sesi.

“Jadi misalnya laboratorium kapasitasnya 20 orang, dalam pandemi ini lab hanya bisa untuk 10 orang per sesi, setelah sesi pertama berakhir maka akan dilakukan disinfeksi,” jelas Dwi Sartika.

*Reporter: Kru-M11

Catatan: Redaksi telah mengubah kata disinfektan menjadi disinfeksi. Berita ini mengalami koreksi pada 26 September 2020 pukul 17.32.