Layanan Fisioterapi Dibatasi, BPJS Dikecam Mahasiswa.

oleh
Aksi Tuntunan Mahasiswa Fisioterapi Terkait Aturan Baru yang Dikeluarkan Direktur BPJS di Kantor BPJS, Selasa (31/07)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kini membatasi pelayanan Fisioterapi di Instansi pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS di seluruh indonesia.

Pembatasan itu mendapat kecaman dari Mahasiswa Jurusan Fisioterapi dari berbagai Kampus di Makassar yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Fisioterapi Indonesia.

Sejumlah Mahasiswa melakukan aksi damai di depan Halaman Kantor BPJS, Jalan Andi Pettarani, Makassar, mempersoalkan  terbitnya Peraturan Presiden Direktur Badan Pennyelenggara Jaminan  Sosial (BPJS) no 5 Tahun 2018.

Dalam tuntutannya Mahasiswa menginginkan Peraturan (BPJS) Kesehatan No 5 Tahun 2018 dihapuskan, karena dinilai dapat merugikan masyarakat.

Hal ini di ungkapkan oleh salah satu peserta Aksi, Sulastri Ningrum mengatakan, dalam pembatasan pelayanan terapi dapat sangat merugikan masyarakat atau pasien. Karena jika pelayanan terapi kepada pasien dibatasi, pasien tidak akan terobati secara maksimal.

“Karna diaturannya itu, Fisioterapi dibatasi hanya 2 kali seminggu dan maximal 8 kali sebulan dan itu tidak cukup, malahan pasien tidak akan sembuh dan sakitnya berkepanjangan,” kata mahasiswa ini dengan nada kasihan, Selasa, (31/07).

Ia juga menambahkan masyarakat yang membayar angsuran kepada Pihak BPJS itu secara penuh oleh karena itu masyarakat juga butuh jaminan kesehatan jika berobat, ” tegasnya saat ditemui Reporter INTELLIGENT pasca Aksi,

Mahasiswa yang mengikuti aksi berharap, agar pihak BPJS Kesehatan menghapus aturan tersebut karna dapat merugikan masyarakat.

Reporter : Kru- Ism,Ngs,Ftr.