Lakukan Pembatasan Untuk Keluarga mahasiswa, Wadir 3 : Menunggu Rekomendasi Dari Satgas Covid

oleh -
Ilustrasi wisuds mahasiswa yang dilaksanakan semi Offline

MAKASSAR, INTELLIGENT – Pelaksanaan Wisuda Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) yang akan kembali digelar secara semi offline pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2021. Namun belum menentukan apakah orang tua mahasiswa dapat mendampingi mahasiswa tahun ini.

Pelaksanaan Wisuda yang dilakukan secara semi offline ini disebabkan karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang membatasi adanya kerumunan padat, sehingga Menunggu rekomendasi dari satuan tugas (Satgas) Covid mengenai hal ini.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Wakil Direktur (Wadir) III Polkesmas, Dr. H. Herman, S.Pd, M.Kes. bahwa penambahan perwakilan orang tua wisudawan tergantung rekomendasi dari Satgas Covid 19 Sulawesi Selatan.

“Jadi dari orang tua itu satu saja diperbolehkan atau bagaimana nanti kita lihat, itu kan tergantung rekomendasi dari Satgas Covid 19 Sulawesi Selatan. Karena kami akan laporkan semuanya kondisi dari gambaran pada pelaksanaan wisuda yang kita lakukan tahun ini”, jelasnya.

Ia pun menambahkan bahwa jika pelaksanaan wisuda mahasiswa tahun 2021 diadakan pembatasan jumlah peserta wisudawan maka keluarga mahasiswa akan melihat wisuda secara daring.

“Daring untuk orang tua peserta dan luring untuk mahasiswa. Kenapa itu dilakukan karena kita masih dibatasi oleh masalah peraturan ppkm level 2 yang artinya kita bisa melaksanakan tapi jumlah pesertanya dibatasi,” ujarnya kepada Kru LPM Intelligent.

Menanggapi dengan hal tersebut, salah satu mahasiswa jurusan Kesehatan lingkungan, Lutfiah Amanda H., menyatakan bahwa hal tersebut dirasa kurang lengkap jika tanpa kehadiran dari salah satu orang tua wisudawan.

“Ini mungkin mewakili teman – teman saya, kami berharap ada orang tua (minimal 1 orang) yang mendampingi kami di ruangan untuk menyaksikan wisuda kami. Karena ini momen dimana orang tua liat kita sudah berhasil dengan jerih payahnya membiayai dengan mendoakan selama 3- 4 tahun kuliah,” ungkapnya via WhatsApp kepada Kru Intelligent .

Ia pun menambahkan jika wisuda merupakan ajang orang tua ataupun wali mereka merasakan kebahagiaan bersama sehingga jika dilaksanakan secara daring itu akan terasa tidak sepadan.

” kalau hanya menunggu di parkiran, rasanya apa yah, menurut sebagian teman-teman ini bukan lagi ajangnya kita menonjolkan ambisius masing-masing, tapi ajangnya orang tua / wali kita berbahagia,” tambahnya.

*Reporter: Kru M-38