Demonstrasi Mahasiswa, Andi Ruhban : Ada Beberapa Yang Saya Tidak Setuju

oleh -
Salah satu dosen Poltekkes Kemenkes Makassar Andi Ruhban mengaku tak menyetujui beberapa tindakan yang dilakukan saat orasi.

MAKASSAR, INTELLIGENT – Salah satu dosen ternama dari Poltekkes Kemenkes Makassar, Andi Ruhban S.ST.,M.Kes menyebut bahwa ia tidak setuju pada beberapa aksi yang dilakukan oleh para demonstran saat melakukan orasi.

Beberapa aksi yang dimaksud adalah tindakan-tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun para demonstran itu sendiri. Salah satunya adalah aksi membakar ban.

“Sejak dulu yang namanya menutup jalan dan bakar ban, saya tidak setuju. Tapi berunjuk rasanya saya setuju, harus ada yang menyuarakan,” ujarnya saat ditemui di Perpustakaan Keperawatan, Selasa (24/09).

Andi Ruhban menjelaskan, bahwa dengan melakukan aksi bakar ban mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan, dan akhirnya malah merugikan bagi para demontran.

“Itu ban dibakar, itu karet yang terbakar, asap nya itu merusak otak. Ini harus dipahami. Siapa yang hirup, itu kan anda-anda semua. Berarti kan merugikan diri sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa ada dua cara dalam melakukan orasi, yaitu unjuk rasa dan longmars. Namun ia mengungkapkan lebih setuju dengan aksi longmars.

“Orasi itu kan ada dua cara, unjuk rasa di satu titik, dan longmars, itu demo juga. Mana lebih etis itu. Satu titik bisa, tapi jangan tutup jalan,” ungkapnya.

*Reporter: Kru-03