Angka Stunting Di Indonesia Masih Tinggi, Jurusan Gizi Poltekkes Adakan Seminar Pencegahan Stunting

oleh -323 views

MAKASSAR, INTELLIGENT – Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia masih cukup tinggi, sehingga Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar (PKM) menggelar Seminar Nasional tentang  Pencegahan Stunting melaui Pangan Fungsional.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang dapat mengganggu pertumbuhan. Meski prevalensi stunting dalam Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan angka penurunan menjadi 30,8 persen,  angka ini masih melampaui batas toleransi yang ditetapkan oleh World Health Organization.

Ketua Panitia Seminar, Dwi Ayu Lestari mengatakan, tema “Peran Pangan Fungsional Untuk Pencegahan Stunting” diangkat dalam seminar nasional tahun ini, dikarenakan mahasiswa gizi berperan penting dan bertanggung jawab dalam penyebaran edukasi mengenai stunting.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa stunting dapat dicegah dengan olahan pangan fungsional,” ujarnya saat ditemui di lokasi seminar, Hotel Herper Makassar, Sabtu, (13/14).

Tidak hanya permasalahan ketidaktahuan mengenai pangan fungsional bagi anak, hal lain yang menyebabkan maraknya masalah stunting adalah ketidaksadaran para orang tua mengenai pentingnya membawa anak ke posyandu.

Begitupula yang disampaikan oleh salah satu peserta seminar, Ahmad Dinul Islam. Khawatir dengan pertambahan jumlah angka stunting, ia sangat mendukung program Posyandu Virtual yang juga dibahas dalam seminar. Diharapkan posyandu virtual dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan khususnya masalah Stunting.

”semoga dengan hal tersebut bisa menekan angka stunting,” harapnya.

*Reporter :Kru-M23