Adu Kelebihan Zoom dan Google Meet Layani Pengguna

oleh -
Ilustrasi work from home (WFH) (Foto : ideas.ted.com)

MAKASSAR, INTELLIGENT – Merebaknya Coronavirus Disease (COVID-19) membuat segala aktivitas kini dilakukan dari rumah. Mulai dari aktivitas pembelajaran hingga bekerja dilaksanakan secara dalam jaringan (Daring) atau online.

Perubahan ini membuat para pekerja dan pelajar berbondong-bondong menggunakan media virtual meeting atau video conference. Media ini setidaknya dianggap mampu menggantikan efektivitas pertemuan secara tatap muka.

Zoom dan Google Meet merupakan media video conference yang paling banyak digunakan saat ini. Keduanya bersaing ketat memberikan sejumlah fitur untuk memuaskan penggunanya. Berikut beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh Zoom dan Google Meet.

Google Meet dan Zoom sama praktisnya untuk digunakan, cukup membagikan link dengan memanfaatkan email dan nomor telepon untuk dapat bergabung di ruang pertemuan virtual ini. Selain itu, tampilan video keduanya dapat digunakan untuk menampilkan file presentasi.

Zoom sendiri memiliki banyak fitur menarik yang dapat dicoba ketika menggunakan aplikasi ini. Dalam aplikasi Zoom, terdapat fitur pengubah tampilan background virtual, sehingga latar video dapat berubah seolah-olah sedang berada di tempat lain.

Selain itu, Zoom menyediakan filter tampilan wajah yang dapat digunakan agar wajah tampak cerah. Zoom  sejatinya banyak dipilih sebab lebih praktis dan gratis ketimbang Google Meet yang merupakan bagian dari rangkaian paket Google Suite yang berbayar.

Berbeda dengan Zoom yang memiliki fitur yang lebih komprehensif, fitur tampilan Google Meet lebih sederhana. Google Meet menyediakan subtitle otomatis bagi pembicara seperti pada aplikasi Youtube. Tak hanya itu, rekaman Google Meet dapat diunduh dan disimpan di Google Drive.

Di kala pengguna Zoom sedang resah dengan maraknya Zoombombing, Google Meet hadir mengklaim tingkat keamanan yang dapat dipercaya. Meeting ID Google Meet berjumlah 10-25 karakter, lebih banyak dari meeting ID Zoom yang hanya memiliki 9-11 karakter, sehingga lebih rentan untuk diretas.

Ketika Zoom menggunakan enkripsi data video buatan sendiri, data video Google Meet dienkripsi dengan Datagram Transport Layer Security (DTLS) dan Secure Real-time Transport Protocol (SRTP) sebagai enkripsi standar publik, sehingga lebih menjamin keamanan data pengguna.

Zoom dan Google Meet merupakan aplikasi yang sudah menjadi kebutuhan keseharian masyarakat saat ini. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga pengguna memiliki peranan sendiri untuk memilih aplikasi sesuai kebutuhannya.

*Reporter : Kru-M15