Adanya Kebocoran Data, Mahasiswa Polkesmas Rawan Penipuan

oleh -
Ilustrasi mudahnya data mahasiswa digunakan untuk penipuan

Makassar, Intelligent –. Kebocoran data mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar (Polkesmas) mengakibatkan maraknya terjadi motif penipuan menyasar mahasiswa mengatasnamakan Wakil direktur (Wadir) ataupun Kepala jurusan (kajur) polkesmas.

Penipuan ini terjadi via telepon dengan menyebutkan data mahasiswa dengan lengkap seperti nama, nomor Induk mahasiswa, nama orang tua, jurusan serta program studi. Hal ini yang membuat mahasiswa yakin bahwa penelpon ini adalah Wadir ataupun Kajur.

Salah satu Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan, Dewi mengaku percaya bahwa penipu tersebut adalah Wadir III, sebab ia mengetahui dengan baik data dirinya. Ia baru tersadar bahwa hal tersebut adalah penipuan saat dimintai nomor ATM dan ia menolak memberikan dan penelpon tersebut marah-marah.

“Iya saya pikir itu betul, karena semua data saya yang disebutkan itu betul semua, tapi disaat dia minta nomor di kartu ATM baru saya sadar kalo ini penipu,” tuturnya pada Kru LPM Intelligent Minggu, (4/6).

Ia pun sangat mengharapkan agar keamanan data diri mahasiswa lebih ditingkatkan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Dan harapan saya, kemananan data-data mahasiswa ditingkatkan agar tidak bocor seperti ini, karena ini sangat merugikan bagi mahasiswa,” harapnya.

Disisi lain, kelemahan sistem keamanan yang dimiliki oleh Polkesmas yang memuat data-data mahasiswa dapat menjadi penyebab banyak data mahasiswa yang bocor dan dijadikan sebagai objek penipuan.

Wakil Direktur III Polkesmas, Dr. H. Herman, S Pd, M.Kes mengungkapkan bahwa penipu tersebut mendapatkan kelemahan dari setiap sistem di kantor untuk berbuat hal-hal negatif dan kita tidak punya kemampuan untuk melindungi itu.

“Ada orang yang mendapatkan kelemahan dari setiap sistem di kantor untuk berbuat hal-hal yang negatif dan kita tidak bisa juga melakukan keamanan terhadap sistem yang kita gunakan karna sistem yg kita gunakan itu dari luar pihak ketiga, jadi hal hal itu tinggal bagaimana semua mahasiswa kita melindungi diri masing masing,” jelasnya.

*Reporter; Kru M-20